Lifestyle

Kurangnya Waktu Tidur Dapat Memicu Obesitas

0
Makanan ringan memicu obesitas
ilustrasi obesitas (bisnis)

STARJOGJA.COM, Info – Masalah kesehatan seperti obesitas dapat menyerang remaja yang dapat menyebabkan munculnya penyakit lain seperti diabetes, kadar kolesterol yang tinggi, dan tekanan darah tinggi. Dosen Fakultas Kedokteran ( FK ) Universitas Airlangga ( UNAIR )  Nur Aisiyah Widjaja mengatakan salah satu yang dapat memicu obesitas pada remaja  yaitu kurangnya waktu tidur, yang artinya kebiasaan jam tidur yang kurang dapat meningkatkan risiko obesitas.

“Perlu regulasi jam tidur yang tepat, maksimal di jam 9 malam yang mana hormon melatonin yang mengatur regulasi tidur akan meningkat perlahan dari jam 8. Apabila tidur melebihi jam 9, maka hormon melatonin akan digantikan dengan hormon leptin yang dapat memberikan rasa lapar dan keinginan untuk sekedar ngemil atau makan meningkat,” ungkapnya.

Makan di Malam Hari

Aisiyah menyebut bahwa kebiasaan tidur larut malam biasanya dibarengi dengan kegiatan makan cemilan yang kurang baik dimakan saat malam hari. Umumnya banyak remaja yang makan mie instan dan terkadang ditambah telur sebagai campurannya. Tidak jarang juga remaja banyak yang memakan gorengan sebagai cemilan.

“Makan mie instan di malam hari tentunya tidak direkomendasikan karena jumlah kalorinya yang tinggi, apalagi jika ditambah dengan telur yang mengandung protein dan juga lemak. Tambahan tersebut juga akan menambah asupan kalori yang masuk pada tubuh, terlebih saat malam hari tubuh tidak terlalu aktif bergerak sehingga berisiko besar munculnya obesitas,” ungkapnya.

Selain berkaitan dengan obesitas, kurangnya waktu tidur juga dapat dipengaruhi oleh stress. Saat sedang stress, maka tubuh dapat melepaskan hormon kortisol dan peningkatan hormon kortisol akan mengganggu pelepasan melatonin yang mengatur tidur. Karena itu penting menjaga stress tubuh, tidak hanya menjaga pola makan.

 

 

“Usahakan tidur di jam 9 malam dan makan terakhir di jam 7 serta pengerjaan tugas kebut semalam. Perhatikan durasi tidur karena dapat memicu terjadinya obesitas yang berdampak Sindrom Metabolik (risiko diabetes, penyakit jantung koroner dan penyakit yang berhubungan dengan penyakit non communicable disease (NCD),” pungkasnya.

 

 

 

Sumber : UNAIR

 

Baca juga : Melihat Kembali Wabah di Wuhan yang Kini Bernama Covid-19 dari Starjogja

Bayu

Tren Makanan Paling Banyak Dicari Tahun 2026

Previous article

Saran Ahli Gizi untuk Makanan yang Dapat Halau Flu 

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle