STARJOGJA.COM, Info – Penyakit hati berlemak kini menjadi masalah kesehatan global yang meningkat akibat pola hidup terutama dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Selain makanan, jenis minuman yang dikonsumsi ternyata memiliki pengaruh besar terhadap penumpukan lemak pada hati.
Menurut laporan Times of India, beberapa jenis minuman dapat memperparah kondisi hati berlemak karena memicu inflamasi serta meningkatkan produksi lemak dalam organ tersebut. Pemahaman mengenai minuman yang berisiko sangat penting supaya kondisi hati dapat dikendalikan dan berfungsi secara terjaga.
Minuman manis seperti jus buah kemasan, es teh manis, dan minuman energi diketahui memperburuk keadaan hati berlemak. Menghindari minuman tinggi gula dapat membantu menurunkan risiko penumpukan lemak dan peradangan.
Untuk menjaga keseimbangan metabolisme, konsumsi air putih, teh tawar, dan kopi tanpa gula sangat dianjurkan. Studi menunjukkan bahwa pilihan minuman sehat berperan besar dalam memperbaiki fungsi hati.
Minuman ringan bergula menempati posisi teratas dalam daftar minuman paling berbahaya bagi penderita hati berlemak. Soda mengandung fruktosa tinggi yang dengan cepat diubah hati menjadi lemak sehingga meningkatkan risiko NAFLD (Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol).
Science Direct menyebutkan bahwa mengkonsumsi soda setiap hari dapat menggandakan risiko peradangan hati dan mempercepat penumpukan lemak. Proses metabolisme gula oleh hati menjadi kewalahan sehingga menimbulkan kerusakan jangka panjang.
Jus buah kemasan kerap dianggap sehat namun kandungan gulanya sangat tinggi dan minim serat. Akibatnya, peningkatan gula darah berlangsung cepat dan memicu produksi lemak berlebih di hati.
Penelitian menunjukkan bahwa jus buah dalam kemasan berkaitan dengan peningkatan NAFLD berdasarkan Fatty Liver Index (FLI). Oleh karena itu, mengkonsumsinya sebaiknya dibatasi agar hati tidak terbebani.
Minuman energi memiliki kadar gula, kafein, dan stimulan tinggi yang dapat memberikan tekanan metabolik pada hati. Studi klinis menyebutkan bahwa mengkonsumsi minuman energi meningkatkan enzim hati sebagai indikator kerusakan organ.
Tidak hanya memicu penumpukan lemak, minuman energi juga menimbulkan peradangan sehingga menghambat kerja hati secara keseluruhan. Hal ini membuatnya sangat berbahaya bagi penderita atau individu yang rentan perlemakan hati.
Bisnis.com memberitakan Es teh manis mengandung gula tambahan dalam jumlah besar sama seperti soda, meski sering terlihat lebih aman. Mengkonsumsinya dapat memicu peningkatan insulin dan penyimpanan lemak di hati.
Minuman teh manis yang banyak dijual dan berlabel alami seringkali menyesatkan karena tetap memiliki kandungan gula tinggi. Jika dikonsumsi rutin, efeknya dapat menyamai soda bahkan jus buah komersial.
Alkohol diakui sebagai racun bagi hati dan berpotensi menyebabkan perlemakan, sirosis hingga kanker hati. Bahkan mengkonsumsi dalam jumlah sedang dapat mengganggu metabolisme lemak di dalam organ penting ini.
Penelitian Mayo Clinic menunjukkan bahwa alkohol mempercepat peradangan dan penumpukan lemak sehingga memperburuk NAFLD maupun AFLD. Karena itu, penderita hati berlemak sangat disarankan untuk membatasi atau menghindari alkohol supaya terhindar dari kerusakan permanen.
Penulis: Syiam Safira
Baca juga: Diabesity Ancaman Kesehatan di Asia Pasifik







Comments