Kota JogjaNews

Persi DIY: Menjamin Perkembangan Transformasi Digital di Sektor Kesehatan

0
transformasi digital kesehatan

STARJOGJA.COM – JOGJA, Transformasi digital dalam sektor kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mengalami perkembangan. Kualitas pelayanan dan aksesbilitas bagi masyarakat mengalami peningkatan dengan adanya penerapan teknologi dalam layanan kesehatan.

Jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit mengalami peningkatan yang signifikan di akhir-akhir Ramadhan ini yang mengakibatkan tenaga medis kewalahan. Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) DIY, dr. Fitri, mengungkapkan pandangannya mengenai peningkatan pasien pada beberapa rumah sakit.

Kita sebagai tenaga layanan kesehatan tetap harus menjalankan tugas dengan baik dan professional, meskipun kunjungan rumah sakit meningkat. Kebanyakan pasien yang datang berobat karena keluhan asam lambungnya,” ujar dr. Fitri.

Persi DIY menanungi 80 rumah sakit anggota yang terus berupaya menjaga dan meningkatkan mutu layanann sesuai dengan regulasi. Selain itu, Persi akan melakukan kunjungan yang sudah terprogram dalam organisasi ini dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dengan tujuan untuk meningkatkan sistem rujukan serta membantu rumah sakit dalam menyampaikan aspirasinya.

Persi akan melakukan kolaborasi antara rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan agar menjaga dan mengembangkan sistem pelayanan, sehingga rumah sakit yang sudah meiliki izin operasional dapat melayani pasien dengan lancar.

Jogja menjadi provinsi dengan fasilitas kesehatan yang mudah kita temui dan tentunya memiliki spesifikasi bagus. Namun, ada beberapa rumah sakit yang tidak bisa memenuhi regulasi, kabar baiknya kalau dibandingkan dengan wilayah lainnya rumah sakit di Jogja masih sesuai regulasi,” kata dr. Fitri.

Aspek sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit juga menjadi perhatian Persi DIY karena hadirnya tenaga medis yang kompeten menjadi faktor utama dalam menjamin kualitas layanan kepada masyarakat. Mengenai regulasi, tantangan lainnya adalah harus terpenuhinya ICU dan ventilator, rumah sakit tipe D masih sulit dalam memenuhi ketentuan ini.

Melalui transformasi digital di bidang kesehatan dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan tersebut. Sistem digitalisasi yang berkembang pesat memudahkan rumah sakit dalam mengelola data pasien dan meingkatkan koordinasi anatar fasilitas kesehatan.

Sebenarnya ada tujuh pilar transformasi yang sedang kami susun regulasinya, yang pertama transformasi layanann primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, sistem pembiyayan, sumber daya, dan transformasi layanan digital. Dengan pengembangan sistem digital seperti DHTS 2.0, kami dapat mengintegrasikan dengan lebih efektif.” Jelas dr. Fitri.

Transformasi digital dalam sektor kesehatan DIY diharapkan dapat terus berkembang. Dengan penerapan teknologi yang tepat, pelayanan kesehatan dapat lebih optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Penulis: Ernita Putri Andini

Ini Tips Mudik dan Lebaran Sehat untuk Keluarga

Previous article

Lawan China, Kevin Diks Ingin Raih Tiga Poin

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja