STARJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Gelombang tinggi melanda wilayah pantai selatan Gunungkidul pada Rabu (18/7/2018). Akibatnya, puluhan infrastruktur wisata dan peralatan nelayan rusak.
Koordinator Search And Rescue (SAR) Satlinmas Wilayah II Baron, Marjono saat berbincang dengan Star Jogja menjelaskan dampak kenaikan gelombang di pantai selatan menyebabkan kerusakan di sejumlah pantai di Gunungkidul.
Ia menyebutkan di Pantai Somandeng ada 15 gasebo rusak. Di Pantai Ngandong dilaporkan dua gasebo roboh, tiga lapak rusak dan empat warung makan rusak tembok jebol.

Kerusakan di Pantai Sepanjang ( FOTO : SAR Baron)
Di Pantai Drini ada lima kapal rusak, sebuah gasebo hilang terbawa arus, tiga gasebo rusak, tempat berteduh penjual pakian roboh dan satu sak jaring ikan (20 set) hilang terbawa arus. Adapun di Pantai Sepanjang, dua gasebo rusak.
” Untuk Pantai Baron aman,karena para nelayan telah mengamankan perahunya ” jelas Marjono ketika dihubungi melalui saluran telepon.

Ombak di Pantai Sundak Hingga Area Pepohonan ( FOTO : SAR Baron)
Menurutnya, sejak 2 hari lalu pihak SAR telah mengeluarkan himbauan dan peringatan akan adanya potensi gelombang tinggi kepada masyarakat.Mereka yang mengindahkan himbauan itu kemudian mengamankan kapal dan lapak dagangannya.Namun,ada juga yang tidak memperhatikan himbauan itu,sehingga terkena dampak gelombang tinggi.

Pedagang membongkar warung di Pantai Sepanjang utk antisipasi adanya gelombang besar.( FOTO : SAR Baron )
” Siang ini kemungkinan menjadi puncak dari gelombang tinggi ini.Bisa sampai 4 meter ” ,katanya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi adanya potensi gelombang tinggi di pesisir selatan pada 17-22 Juli 2018.
Comments